Blog sebagai Media Pembelajaran di Perguruan Tinggi (1)

A. Jenis Media pada Umumnya
Secara garis besar, media dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. Jika dilihat dari bentuk penyajiannya:
a. Media Grafis : Chart, Flif Chart, Poster, Pamlet, Flanel dll.
b. Media Proyeksi: (tanpa suara)Transfaransi, Slade, Film Strip; (dengan suara) Film, VCD, DVD .
c. Media Audio: Radio, Kaset/CD
d. Media Audio Visual: Televisi. VCD/DVD

2. Jika dilihat dari wujud bendanya :
a. Media dua dimensi: Gambar, Grafis , kaset , radio, tranfaransi dll.
b. Media tiga dimensi: Video, televisi, computer (ada yang termasung multi demensi/tergantung isinya)
c. Media multi dimensi : patung, diorama, manusia dll

B. E-learning sebagai Media Pembelajaran
Sehubungan dengan kemajuan teknologi informasi, terutama internet, berkembang pula teknologi pembelajaran yang dapat digunakan. Salah satu pembelajaran yang menggunakan teknologi internet ini adalah sistem pembelajaran yang disebut e-learning. Sebenarnya, cara pembelajaran ini sudah muncul sejak adanya teknologi elektronik seperti radio, dan televisi, dan alat media lainnya. Kemudian diciptaan sistem belajar jarak jauh baik on air maupun of air.
Berdasarkan kata e-learning berasal dari kata ’e’ yang berarti elektronik dan ’learning’ yang berarti sistem pembelajaran yang proses pembelajarannya menggunakan alat bantu elektronik. Jadi sebenarnya, e-learning tidak hanya mengenai belajar lewat media internet saja, tetapi lebih jauh, sistem ini menghendaki sebuah perpaduan yang kompak antara proses pembelajaran dalam arti sosial dan hubungannya dengan alat bantu elektronik secara teknis (Suyanto, 2006:1). Konsep e-lerning dapat didefinisikan sebagai berikut: e-learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly reffered to as online course (Soekartawi dalam Suyanto, 2006:1).
E-learning bisa dibagi menjadi dua jenis :
a. e-learning sebagai distance learning (pembelajaran jarak jauh), di mana siswa tidak perlu hadir ke tempat institusi pendidikan secara langsung. Sistem ini memerlukan sistem dan manajemen yang tangguh.
b. e-learning sebagai pendukung sistem pembelajaran konvensional, di mana media dalam sistem ini hanya sebagai pendukung saja proses belajar mengajar di kelas. Implementasi bentuk seperti ini lebih mudah dan murah bila dibandingkan dengan jenis/bentuk yang pertama bila dilihat dari infrastrukturnya. Model kedua ini bisa dimanfaatkan menjadi sarana bagi siswa/mahasiswa, guru/dosen bhkan staff untuk lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuannya atas matakuliah yang berrkaitan.

Moodle

 Moodle adalah cms (content management system) untuk perkuliahan online. Moodle cukup populer dan sudah digunakan di berbagai negara. Menurut Suyanto (2006: 6) pada tahun 2006 sudah ada 2000situs pengguna moodle yang terdaftar tersebar lebih dari 90 negara. Di Indonesia sudah tidak kurang dari 10 situs pengguna.
Moodle termasuk e-learning. Moodle menyediakan fasilitas-fasilitas yang memudahkan pengguna, baik pengajar maupun peserta kuliah. Yang paling menarik dari moodle adalah pemanfaatan fasilitas kuis secara online. Mahasiswa dapat mengerjakan kuis yang dibuat dosen secara online/realtime dan seketika itu juga dapat mengetahui hasil/skornya setelah selesai dan diklik, seperti mengisi polling.

C. Blog sebagai media Pembelajaran
Blog adalah jenis media yang mulai populer di Indonesia pada tahun 2004. Namun demikian blog sudah ada sejak tahun 1997. Blog adalah pemenggalan dari kata weblog dan menurut tulisan Enda Nasution, istilah tersebut pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada 1997.
Pada awalnya blog adalah sebuah web yang berisi catatan pribadi (log) seseorang di internet yang berisi informasi yang sering di-update dan bersifat kronologis. Blog lebih tepat disebut sebagai diary. Namun, blog boleh dibaca siapa saja bahkan diperbolehkan untuk mengomentarinya.
Blog biasanya memfokuskan pada objek informasi tertentu, misalnya, olah raga, seni, politik, tutorial tentang internet (blog, bisnis internet, dll),catatan perjalanan, dan lain-lain. Dalam perkembangannya blog digunakan untuk promosi produk, sampai ke media pembelajaran. Sudah beberpa tahun ini para guru dan dosen banyak menggunakn blog sebagai saran interaksi antara guru dengan guru sebidang, guru dengan siswa, juga dosen-dengan mahasiswa. Karena sifatnya media yang interaktif media ini bisa digunakn sebagai penunjang proses pembelajaran terutama untuk mendukung prinsip student center learning .Conten dari sistem ini dapat digunakan sebagai mediator bagi dosen dan mahasiswa untuk melanjutkan dan mengembangakan proses belajar yang sebelumnya telah terjadi di dalam kelas. (Bersambung…)

Perihal Bu Ambar
Sri Ambarwangi, S.Pd adalah guru Seni Budaya SMK 1 Pringapus Kabupaten Semarang. Media Web Blog ini adalah sebagai sarana pembelajaran bagi siswa SMK1 Pringapus khususnya mata pelajaran Seni Budaya.

Silakan isi komentar atau jawaban di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: