HASIL PILPRES DITOLAK PASANGAN MEGA DAN JK

sby memang

Pasangan Megawati dan Pasangan JK menolak hasil rekapitulasi pemilu yang diumumkan KPU tanggal 25 Juli 2009. Menurut kedua pasangan capres ini banyak hal yang menyebabkan mereka menolak hasil pemillu ini, salah satunya adalah terjadinya kekisruhan masalah DPT yang tidak terselesaikan sejak pemilu legislatif. Selain itu ada kecurigaan kecurangan yang dilakukan partai penguasa, dll.
Saya sebagai masyarakat awam jadi bingung. Mungkin keterbatasan saya dalam memahami arti dari pemilu ini. Tadinya saya sudah lega karena selama proses pemilu mulai dari kampanye sampai pencontrengan aman-aman saja tak ada gejolak berarti. Setahu saya yang ribut hanyalah para elit-elit politik saja, sedangkan rakyat tenang-tenang saja. Kemudian terjadi ribut-ribut dari para peserta pemilu legislatif karena suaranya tidak yang diharapkan. Masalah yang paling menonjol adalah DPT. Yang saya bingungkan kenapa sudah tahu masalah DPT tidak beres tetapi pemilu tetap digelar, dan semua peserta pilpres tetap jalan mulai dari kampanye sampai pencontrengan. Rakyat pun kembali lega karena tak terjadi gejolak, termasuk saya. Menurut saya rakyatlah yang menang bukan para peserta pemilu. Mereka ribut melulu, saya sampai muak. Apalagi sampai diumumkan hasil quick qount yang ternyata hanya satu putaran. Lega juga rasanya, karena gak lagi bolak-balik ke TPS. Terus terang saya tidak peduli siapa yang menang, menurut saya ketiga pasangan baik semua. Tetapi setelah melihat tingkah para peserta pemilu akhir-akhir ini saya jadi gak lagi simpati pada mereka, membingungkan. Plin-plan. Seolah-olah gak lagi menghargai suara rakyat yang juga telah menghargai dengan datang berbondong-bondong memberikan suaranya di TPS-TPS.

Terjadi kecurangan? Ngak tahu juga, yang jelas saya jadi bingung dengan-sikap dan pernyataan mereka. Saya pikir dengan keputusan MK yang membolehkan KTP sebagai bukti pencontrengan masalah DPT selesai. Ternyata tidak juga. Dua pasangan protes, setelah hasil pemilu jeblog. Alasannya sama, DPT. Kenapa mereka juga tetap mencontrng, kenapa tidak mogok dan tidak ikut contreng pada tanggal 8 juli. Itu kan tandanya tidak konsisten. Bingung aku.

Saya kagumi Megawati karena pernyataannya saat mendatangi Banwaslu derngan pernyataanya ”kita harus menghargai institusi dengan memenuhi panggilannya”. Tetapi kembali saya kecewa. Kali ini Megawati tidak konsisten tidak menghargai KPU untuk mendatangi KPU untuk menyaksikan pengumuman hasil rekapitulasi hari Sabtu kemarin. Saya acungkan 2 jempol pada pasangan JK-win. Pasangan ini tidak saya ragukan ketulusan dan kenegarawanannya, terutama JK, walaupun menolak hasil pemilu. Hebat, saya setuju dengan pernyataan Syafi’i Ma’arif, JK is the real president. Alasannya penolakan belum saya terima. Tetapi saya maklumi mungkin perasaan tidak enak ketemu SBY. Oh, Prabowo, kenapa juga tidak datang. Padahal saya mengharpkan banyak dari Prabowo. Kansnya sangat besar untuk menjadi the next president 2014. Jangan sampai simpatiku padamu luntur.

Saya setuju bahwa semua dugaan kecurangan harus diselesaikan secara hukum. Saya hanya takut masyarakat bersikap seperti aku. Bosan, jenuh dengan pemilu mulai dari Bupati, Gubernur, Legislatif, dan Presiden. Seakan tiada hari tanpa pemilu. Sedangkan keadaan rakyat tidak berubah-berubah juga. Rakyat bisa antipati dan golput bisa semakin banyak. Mungkin perasaan orang yang golput seperti saya sekarang ini, setelah memperhatikan sikap para politikus terakhir. Tidak ada lagi keteladanan. Selama hidupku tidak pernah sekalipun golput, selalu memberikan suaranya. Orang yang dipilih pun gonta-ganti tergantung suasana dan iklim politik dan pandangan orang yang dipilih saat itu. Maaf saya memang masih sederhana dalam berpikir.

Saya hanya kuatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan jika ternyata MK membatalkan hasil pilpres. Mungkin saya salah satu yang bingung, kok bisa padahal dimana-mana di daerah saya di Semarang memang SBY yang menang, dan tidak ada gejolak apa-apa. Dan banyak orang tidak menggunakan hak pilih walaupun terdaftar di DPT, juga tidak ada sangsi. Lalu kecurangannya di mana, dan siapa yang salah ¿ Kenapa hasil quick qount hampir sama dengan hasil dari KPU. Di sini keyakinan saya bertambah bahwa tidak ada kecurangan. Karena di samping kredibelitas penyelenggara sudah teruji, quick qount juga sebagai control yang baik agar tidak ada kecurangan. Pasti ini dicurigai juga jangan-jangan KPU yang menyamakan hasil pemilu. Semua itu mungkin. Cuma pikiran saya masih belum nyandak. Bingung. Tidak logis. Mungkin yang ngerti orang-orang yang di atas.

Sekarang saya akan mereka-reka seandainya pemilu diulang saat MK membatalkan hasil pilpres. Ada sesuatu yang mungkin bisa terjadi, misalnya:

  1.  Megapro akan menang karena rakyat menganggap  SBY terbukti  curang, sehingga suara yang semula pilih SBY akan beralih ke Megawati, atau mungkin JK.
  2. Suara untuk Megapro akan menyusut karena sebagian pemilih kecuali pemilih panatik/setianya, akan beralih ke SBY karena merasa Mega dianggap tidak legowo menerima hasil pemilu 8 Juli. Ini juga bisa disebabkan sifat Masyarakat Indonesia yang melankolis yang akan merasa iba dengan SBY yang terus menerus dikeroyok dan diperlakukan tidak adil (tentu ini versi mereka loh). Suara SBY bisa melonjak menjadi 80 %. Jika ini terjadi, kredibelitas Megawati dan Prabowo akan turun.
  3. Pasangan JK-win akan menjadi presiden karena pasangan inilah yang telah bersikap jentelmen dan berjiwa besar dibuktikan dengan sikapnya saat menghadiri pengumuman rekapitulasi, juga ucapan selamat saat menelpon SBY, apa pun latar belakang tujuannya.
  4. Akan terjadi kekacauan. Ini sulit dibuktikan. Tetapi, kemungkinan ini bisa terjadi. Seingat pengetahuan saya, belum pernah hasil pemilu dibatalkan sejak Indonesia merdeka. Kekacauan terjadi karena pikiran masyarakat yang juga kacau tidak memahami hukum yang berlaku. Kekacauan ini bisa terjadi terutama jika ada pengunduran waktu pelaksanaan dan pelantikan presiden terpilih yang disebabkan sampai dua putaran. Jika melebihi tanggal 20 Oktober 2009, maka akan ada kekosongan kekuasaan.  Lalu, akan masuk pihak-pihak lain yang akan mengambil keuntungan dari kekacauan ini. Mungkin akan ada orang yang meminjam slogan JK win   “lebih cepat lebih baik merebut kekuasaan”.  Apakah akan ada  pengalihan kekuasaan ke militer ? Bisa saja, dengan alasan demi keselamatan negara tadi.  Aduh ngeri …deh.

Mudah-mudahan yang ke empat ini tidak sampai terjadi . Kalau yang ke 1 – 3 itu terserah rakyat yang menentukan, Tetapi sekali lagi rakyat yang akan menang. Selama ini para elit politik masih menganggap rakyat bodoh. Selalu dibelak-belokkan. Rakyat sudah dewasa dalam berpikir. Tentu saja berpikir menurut polanya rakyat, budayanya rakyat, bukan budaya negara lain. Jadi demokrasinya masih beraroma Indonesia, tidak bisa 100% sama dengan negara lain. Masyarakat sudah mampu mencernak dan menyimpulkan sendiri siapa pemimpin yang diinginkan.
Sekali lagi, sebagai masyarakat awam saya hanya berdoa semoga semua pemimpin dan pengambil keputusan di negeri ini bersikap bijak demi demokrasi, demi rakyat, demi negeri tercinta ini. Kalaupun harus diulang pilpresnya semoga saja berjalan dengan damai, siapapun yang akan ditetapkan menjadi presiden. Damailah negeriku. Semoga Tuhan selalu bersama kita, bangsa Indonesia.

 

Perihal Bu Ambar
Sri Ambarwangi, S.Pd adalah guru Seni Budaya SMK 1 Pringapus Kabupaten Semarang. Media Web Blog ini adalah sebagai sarana pembelajaran bagi siswa SMK1 Pringapus khususnya mata pelajaran Seni Budaya.

One Response to HASIL PILPRES DITOLAK PASANGAN MEGA DAN JK

  1. nurrahman18 mengatakan:

    hemm, klo dah menang ga perlu komplain dan pasti setuju dunk…hehe, klo kalah, memeikirkan celah utk bertindak, hehehe

Silakan isi komentar atau jawaban di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: