LOMBA SENI (LAGU-LAGU) NASIONALISME SISWA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011

                                                               Foto salah satu peserta Lomba Paduan Suara Lagu Perjuangan 2010

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah kembali akan menyelenggarakan  lomba seni nasionalisme siswa. Lomba ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo  yang merasakan ada kecenderungan rasa cinta tanah air (nasionalisme) bangsa ini merosot. Lomba ini  tidak hanya akan melibatkan siswa SMP dan SMA/SMK seperti tahun lalu  tetapi juga siswa TK dan SD. Sayang sekali berita ini tidak sepenuhnya disambut dengan gembira oleh guru-guru seni di Jawa Tengah. Masih ada rasa harap-harap cemas karena kemungkinan tidak semua Kabupaten Kota mengadakan seleksi tetapi hanya ditunjuk oleh Dinas Pendidikan setempat seperti tahun lalu. Sehingga, sekolah-sekolah yang berkeinginan berpartisipasi akan  merasa kecewa karena tidak ada kesempatan untuk itu terutama  yang sudah mempersiapkan diri sebelumnya. Seperti tahun lalu, gaungnya nyaring    kemudian meredup terutama bagi daerah yang tidak menyelenggarakan seleksi. Ada unsur keirian bagi yang tidak pernah ditunjuk atau diberikesempatan oleh pemda setempat. Hal ini disampaikan oleh Suharto salah satu anggota Tim Juri yang terlibat dalam lomba sekaligus melakukan survey yang dilakukan di tempat  lomba. Beberapa peserta diwawancarai secara tidak formal. Tentu tidak sulit  baginya untuk melakukan itu karena sebagian besar para oficial adalah guru-guru bekas mahasiswanya.

Menurut Eko Raharjo dan Suharto, dua orang  juri yang terlibat dalam penyelenggaraan tahun 2010 ini,  berharap lomba  didukung oleh seluruh komponen  terutama pihak Dinas Pendidikan kabupaten/Kota.

“Penyelenggaraan ditingkat Bakorwil maupun Provinsi tahun lalu sangat sukses. Sayang,  masih ada beberapa  Kabupaten yang tidak menyelenggarakan seleksi di daerah sehingga peserta yang dikirim mungkin bukanlah yang terbaik di kota/kabupaten tersebut. Yang dirugikan dalam hal ini adalah siswa juga guru-guru pendaping serta tujuan dari kegiatan itu sendiri. Mestinya kegiatan ini melibatkan lebih banyak siswa karena saat proses mulai latihan sampai penyelenggaraan siswa akan banyak belajar, akan   tertanam rasa nasionalisme melalui kegiatan menyanyi, berkumpul, bertoleransi dan menghayati  saat berlatih dan membawakan lagu yang bertema cinta tanah air. Jika kontingen  hanya ditunjuk maka yang terlibat hanya sejumlah siswa yang ditunjuk tersebut. Akibatnya, tajuan lomba di daerah  itu sendiri kurang berhasil. Namun, saya sangat bangga semangat mereka saat proses lomba baik di tingkat bakorwil maupun propinsi sangat tinggi. Saat membawakan lagu-lagu perjuangan penuh ekspresi sebagai bukti penghayatan mereka sempurna, apalagi aransemen mereka rata-rata berselera tinggi yang keindahannya di atas rata-rata terutama yang masuk dalam final di provinsi”.

                                                       Antausias penonton saat mengikuti lomba lagu-lagu perjuangan 2010

Eko Raharjo salah satu juri yang memberikan evalusi juga membenarkan hal itu. “Saya sudah menyampaikan  hal itu pada evaluasi pelaksanaan lomba tempo hari” ujarnya.

Masih belum jelas apa alasan kabupaten/kota yang tidak menyelenggarakan seleksi. Mungkin karena banyaknya kegiatan lomba di daerah sehingga dana harus disharing  dengan kegiatan lain. Atau program daerah  memang cukup padat.  Dalam hal ini Suharto berkomentar:

“Mungkin dana yang dikucurkan dari Propinsi sebesar Rp 50.000.000,00 tidak cukup untuk menyelenggarakan seleksi dan persiapan pemenangngnya di tingkat bakorwil atau propinsi tahun 2010. Kabarnya, seperti juga disampaikan Gubernur dalam sebuah kesempatan, dana penyelenggaraan untuk tingkat Kabupaten/Kota akan ditingkatkan sebesar Rp 70.000.000,00 per kabupaten/kota  karena pesertanya juga bertambah tidak hanya SMP dan SMA/SMK tetapi plus TK dan SD. Pasti ini akan tambah semarak. Saya sangat apresiatif,  masih banyaknya peserta dari daerah kabupaten/kota yang ternyata mengadakan seleksi dan hasilnya sangat baik. Saya sangat terharu dengan semangat para  siswa dan official  yang luar biasa. Mudah mudahan dengan kegiatan-kegiatan ini semangat nasionalisme  akan tumbuh lagi dan terus tumbuh di generasi muda kita”   tambah  Suharto


                              Salah satu kontingen Paduan Suara SMP (atas) dan beberapa anggota Dewan Juri

Berikut adalah pedoman kegiatan lomba seni nasionalisme siswa provinsi jawa tengah tahun 2011. Dengan ditayangkannya pedoman ini diharapkan guru-guru seni di Jawa Tengah bisa mempersiapkan diri untuk mengikuti even yang  bagus ini. Mari tingkatka  terus apresiasi, kreasi, dan patriotik  siswa kita melalui seni ini. Selamat mempersiapkan diri.

                                                                         BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya diarahkan pada terwujudnya  insan manusia Indonesia seutuhnya yang mencakupi pengembangan kecerdasan,  keterampilan dan sikap secara integral termasuk di dalamnya adalah dalam rangka  meningkatkan kecintaan terhadap tanah air. Dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-nilai dan semangat nasionalisme serta karakter bangsa di kalangan peserta didik, perlu dikembangkan melalui berbagai media pembelajaran.  Pembinaan dan pengembangan kreativitas seni merupakan salah satu  upaya efektif dalam  memperkokoh jati diri bangsa yang cinta tanah air.

Dalam usaha memantapkan nasionalisme dan karakter bangsa di kalangan peserta didik di Jawa Tengah dikembangkan lomba-lomba yang dapat menggugah kesadaran berbangsa dan bernegara, kecintaan terhadap tanah air,keyakinan terhadap Pancasila, kerelaan berkorban demi negara dan kesiapan awal bela negara. Salah satu wujudnya adalah melalui lomba-lomba seni / apresiasi kreativitas seni

Lomba apresiasi/kreativitas seni ini merupakan strategi dalam pembelajaran yang berorientasi pada praktek yang mengarah pada pengembangan apresiasi dan ketrampilan seni sehingga peserta didik dapat belajar lebih menyenangkan.  Lebih dari pada itu, melalui  pendidikan seni sejak dini diharapkan dapat meletakkan landasan budi pekerti serta menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus memantapkan kepribadian dalam bidang seni budaya bangsa.

Petunjuk Pelaksanaan Lomba Lagu Nasionalisme ini merupakan acuan dalam penyelenggaraan lomba di Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011.

II.     Dasar Hukum

            Dasar hukum pedoman teknis pengintegrasian materi nasionalisme dan karakter bangsa melalui pembinaan kesiswaan ini adalah :

  1. Undang-Undang nomor 20 Th. 2003 tentang system Pendidikan Nasional ;
  2. Undang-Undang Nomor  32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ;
  3. Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara ;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
  5. Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota ;
  6. Peratiran Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun  2008  tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 39  Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;
  8. Peraturan Daeran nomor 6 tahun 2008 tentang Struktur Organisasi Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah ;
  9. Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 420/72/2010 tanggal 26 Juni 2010 tentang Pembentukan Tim Pembina dan Tim Teknis Pembinaan Nasionalisme Melalui Jalur Pendidikan Provinsi Jawa Tengah ;
  10. Pedoman Umum Pembinaan Nasionalisme melalui Jalur Pendidikan.

III.     Maksud dan Tujuan

  1. Maksud

Petunjuk Pelaksanaan Lomba Lagu Nasionalisme ini  disusun dengan maksud memberikan acuan dalampelaksanaan lomba lagu dalam rangka pembinaan nasionalisme dan karakter bangsa bagi peserta didik  di Jawa Tengah.

  1. Tujuan
    1. Menumbuhkembangkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air melalui apresiasi seni ;
    2. Membina kedisiplinan serta tanggung jawab di kalangan peserta didik melalui lomba seni ;
    3. Menumbuhkembangkan budaya kerjasama dalam kebersamaan antar peserta didik, guru serta lingkungan sekitarnya ;
    4. Menyediakan wahana kompetensi anak didik dalam mengembangkan minat dan talenta yang dimiliki ;
    5. Menciptakan sarana untuk berkreasi dan berapresiasi serta meningkatkan prestasi siswa di bidang seni.
  1. IV.        Sasaran

Sasaran buku petunjuk pelaksaaan ini adalah :

  1. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah;
  2. Satuan Pendidikan PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK se Jawa Tengah
  3. Orang tua, masyarakat dan stakeholders pendidikan.
  1. V.           Ruang Lingkup

Ruang lingkup petunjuk pelaksanaan lomba ini mencakupi :

  1. Lomba Gerak dan Lagu Bagi Peserta Didik TK
  2. Lomba Menyanyi Tunggal Bagi Peserta Didik SD
  3. Lomba Vokal Group Bagi Peserta Didik SMP
  4. Lomba Vokal Group Bagi Peserta Didik SMA/SMK

MAAF TERPAKSA SAYA POTONG DI SINI.

Ketentuan umum dan teknis  (TERMASUK JENIS LAGU) dapat Anda download di bawah ini

Juklak Lomba Lagu Nasionalisme 2011

selamat berlomba GOOD LUCK

Perihal Bu Ambar
Sri Ambarwangi, S.Pd adalah guru Seni Budaya SMK 1 Pringapus Kabupaten Semarang. Media Web Blog ini adalah sebagai sarana pembelajaran bagi siswa SMK1 Pringapus khususnya mata pelajaran Seni Budaya.

Silakan isi komentar atau jawaban di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: